FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONTAP PALOPO
DOI:
https://doi.org/10.5281/j5nwd510Keywords:
Stunting, Faktor Risiko, Balita, Kekurangan Energi Kronis (KEK), Studi Potong LintangAbstract
Stunting pada anak tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang tinggi, dibandingkan dengan negara-negara berpenghasilan menengah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada balita. Desain studi ini cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana dan proporsionalitas sisi. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Analisis regresi logistik dan signifikansi statistik yang dinyatakan pada 95% CI. Riwayat penyakit infeksi (p=1,000), Riwayat BBLR (p=0,11), Perilaku merokok (p=0,000), riwayat KEK (0,001), sanitasi lingkungan (p=0,005) merupakan faktor penyebab stunting. Faktor penyebab stunting yang paling dominan adalah riwayat KEK (OR = 179,4, CI 95%). Oleh karena itu, diperlukan program yang tepat dalam upaya pencegahan dini stunting, dengan meningkatkan kesadaran untuk mengubah perilaku masyarakat khususnya peningkatan gizi ibu sejak kehamilan