DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI DETERMINAN DOMINAN KEPATUHAN LATIHAN FISIK LANSIA HIPERTENSI BERBASIS KOMUNITAS
DOI:
https://doi.org/10.5281/eb8azr16Keywords:
Hipertensi, Lansia, Kepatuhan Berolahraga, Dukungan SosialAbstract
Hipertensi lansia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskular. Kepatuhan latihan fisik menjadi komponen penting pengendalian tekanan darah, tetapi masih banyak lansia belum menunjukkan konsistensi melakukan secara teratur. Penelitian bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan latihan fisik lansia hipertensi di komunitas. Penelitian mempergunakan desain cross-sectional pada 108 lansia yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil menunjukkan 55.6% lansia kurang patuh menjalankan latihan fisik yang baik. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan adalah riwayat keluarga hipertensi (p = 0,037; OR = 2.530), persepsi kerentanan (OR=2,774; p=0,018), persepsi hambatan (OR=2,388; p=0,044), persepsi dukungan keluarga (OR=3,429; p=0,005), dan persepsi dukungan sosial (OR=3,521; p=0,004). Hasil analisis multivariat menunjukkan persepsi dukungan sosial menjadi faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan menjalankan latihan fisik (adjusted OR=3,759). Kepatuhan latihan fisik lansia terutama dipengaruhi faktor psikososial khususnya dukungan sosial. Dukungan sosial berpengaruh lebih kuat dibandingkan faktor persepsi individu, sehingga penguatan sistem dukungan sosial berbasis komunitas menjadi strategi kunci meningkatkan kepatuhan latihan fisik pada lansia hipertensi.