KONSUMSI KOPI DAN POLA MAKAN SEBAGAI FAKTOR KELUHAN ASAM LAMBUNG PADA MAHASISWA: STUDI KUESIONER LINTAS PROGRAM STUDI DAN REKOMENDASI MAKANAN BERBASIS TINJAUAN LITERATUR
DOI:
https://doi.org/10.5281/40t02p07Keywords:
Konsumsi Kopi, Pola Makan, Mahasiswa, Kesehatan Lambung, Gizi PreventifAbstract
Keluhan asam lambung meningkat pada mahasiswa seiring tuntutan akademik, stres, serta perubahan gaya hidup. Ketidaksesuaian pola makan dengan anjuran gizi serta kebiasaan konsumsi kopi, yang didukung oleh kemudahan akses kedai kopi di sekitar lingkungan kampus, berpotensi terhadap gangguan lambung. Penelitian ini menganalisis hubungan konsumsi kopi dan pola makan dengan keluhan asam lambung serta merumuskan rekomendasi diet berbasis literatur. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional pada 202 mahasiswa lintas program studi melalui kuesioner daring yang dianalisis dengan uji Spearman, dengan rekomendasi diet disusun berdasarkan tinjauan literatur. Sebanyak 57,9% responden melaporkan keluhan asam lambung. Frekuensi konsumsi kopi tidak berkorelasi signifikan dengan frekuensi keluhan asam lambung (p>0,05), namun terdapat korelasi yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan pedas dan frekuensi keluhan asam lambung (r=0,154; p=0,029).Tinjauan sistematis merekomendasikan pola makan teratur dan diet rendah iritan, Keluhan asam lambung pada mahasiswa lebih berkaitan dengan faktor pola makan tertentu dibandingkan konsumsi kopi. Edukasi kesehatan lambung pada mahasiswa tidak cukup hanya menekankan pembatasan kopi namun juga difokuskan pada perbaikan pemilihan makanan.