HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN SELF-CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DUSUN ASSEMMANIS, DESA BUDDAGAN, KECAMATAN PADEMAWU, KABUPATEN PAMEKASAN
DOI:
https://doi.org/10.5281/tazpvc18Keywords:
Self-efficacy, Self-care management, Penderita HipertensiAbstract
Manajemen perawatan diri (self-care management) berhubungan erat dengan perilaku kesehatan pasien, di mana kegagalan dalam melakukan perawatan diri secara adekuat dapat menyebabkan komplikasi yang berat dan berpotensi fatal, khususnya pada penderita hipertensi. Self-efficacy berperan penting dalam membentuk keyakinan dan ketekunan individu dalam mengelola penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan self-care management pada penderita hipertensi di Dusun Asemmanis, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan survei cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 52 penderita hipertensi, dengan sampel sebanyak 34 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-efficacy dan self-care management yang telah tervalidasi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat, dengan uji korelasi Spearman Rank untuk menilai hubungan antarvariabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari responden memiliki tingkat self-efficacy tinggi dan setengah lainnya memiliki tingkat self-efficacy rendah, masing-masing sebanyak 17 responden (50%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-efficacy dan self-care management pada penderita hipertensi (r = 0,610; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat self-efficacy yang lebih tinggi berhubungan dengan perilaku self-care management yang lebih baik.Sebagai simpulan, self-efficacy memiliki hubungan yang signifikan dengan self-care management pada penderita hipertensi. Individu deng an tingkat self-efficacy yang tinggi cenderung memandang dirinya mampu memanfaatkan kemampuan yang dimiliki secara efektif untuk mencapai hasil kesehatan yang optimal, sedangkan individu dengan self-efficacy rendah lebih cenderung meragukan kemampuannya dalam mengelola kondisi kesehatannya. Penguatan self-efficacy melalui intervensi edukatif dan perilaku yang terarah berpotensi meningkatkan self-care management serta menurunkan risiko komplikasi akibat hipertensi