DURASI PERAWATAN DI ICU SEBAGAI FAKTOR RISIKO DEPRESI PASCA PERAWATAN INTESIF
DOI:
https://doi.org/10.5281/8b98p906Keywords:
Depresi, Lama Perawatan, Pasien KritisAbstract
Latar Belakang Depresi merupakan gangguan afektif yang sering terjadi pada pasien pasca perawatan di ruang intensif. Lama perawatan pasien di ruang intensive dapat mempengaruhi kesehatan mental pasien.
Tujuan mengetahui hubungan antara lama perawatan dengan kejadian depresi pada pasien pasca perawatan di ruang intensif
Metode Desain penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Dengan random sampling teknik diperoleh sampel 86 responden. Variabel independen adalah lama rawat dan variabel indenpenden adalah depresi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan Depression Anxiety Stress Scales. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon dengan taraf ρ < α = 0,05.
Hasil Hasil penelitian didapatkan lama perawatan rata rata 3 -14 hari ( 63,9%) dan hampir setengahnya (39.5%) responden tidak menunjukkan depresi. Hasil uji statistik dengan wilcoxon didapatkan ρ < 0.001 (ρ<0.05) yang menunjukkan ada hubungan antara lama perawatan dengan kejadian depresi pada pasien pasca perawatan ruang intensif.
Simpulan: Pasien yang memiliki waktu rawat inap yang singkat cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih rendah dikaitkan dengan waktu paparan yang singkat di rumah sakit.
Implikasi : Intervensi di dalam asuhan keperawatan perlu mempertimbangkan kondisi mental pasien sebagai langkah pencegahan kejadian depresi pasca rawat inap di intensive care.