HUBUNGAN SMARTPHONE ADDICTION DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING MAHASISWA TINGKAT II SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.5281/tt1e5584Keywords:
Kesejahteraan Psikologis, Kecanduan SmartphoneAbstract
Smartphone saat ini menjadi kebutuhan pokok bagi semua kalangan terutama mahasiswa. Penggunaan smartphone yang berlebihan menyebabkan gangguan pada kegiatan akademik dan interaksi sosial serta berdampak pada masalah kesehatan mental mahasiswa seperti kecemasan, depresi, serta penurunan kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Mahasiswa yang candu akan smartphone akan memiliki minat belajar yang kurang, tingkat stres yang tinggi, pengendalian diri yang kurang serta selalu asik terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara smartphone addiction dengan psychological well-being mahasiswa tingkat II Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2025. Jenis penelitian korelasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 140 orang dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Smartphone addiction SAS-SV dan Psychological Well-Being versi short scale. Telah dilakukan uji etik penelitian dengan nomor 121/KEPK-SE/PE-DT/IX/2025. Hasil penelitian sebanyak 124 orang (88,6%) smartphone addiction pada kategori sedang dan 16 orang (11,4%) dalam kategori tinggi, sementara untuk psychological well-being sebanyak 114 orang (81,4%) dalam kategori sedang dan 26 orang (18,6%) dalam kategori tinggi. Berdasarkan uji Fisher Exact didapatkan p-value = 0,01 (p value < 0,05) dimana terdapat hubungan smartphone addiction dengan psychological well-being. Melakukan schedule digital detox salah satu solusi yang tepat untuk mengontrol penggunaaan smartphone pada mahasiswa.