MENGGUGAT INTERVENSI GIZI SEBAGAI STRATEGI INTI UNTUK PENGURANGAN STUNTING: ANALISIS BIBLIOMETRIK DAN PEMETAAN TEMUAN ILMIAH DARI LITERATUR SCOPUS
DOI:
https://doi.org/10.5281/3ajazz02Keywords:
Bibliometrik, Kesenjangan Implementasi, Intervensi Gizi, Sosial Budaya, Stunting, Keberlanjutan OperasionalAbstract
Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, namun masih terdapat ambiguitas mengenai intervensi mana yang paling efektif untuk mengurangi gangguan pertumbuhan linier.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memetakan bukti global tentang intervensi stunting dengan mengintegrasikan jenis intervensi, desain studi, dan hasil yang dilaporkan menggunakan pendekatan bibliometrik.
Metode: Analisis bibliometrik dan pemetaan bukti basis data Scopus (2014–2024). Unit analisis adalah 620 abstrak dari artikel intervensi pada stunting. Selain gambaran peningkatan skor z, melalui analisis mixed-methods data dievaluasi melalui dekonstruksi kualitatif terhadap narasi keberhasilan dan hambatan.
Hasil: Intervensi spesifik gizi didominasi oleh suplementasi, sementara intervensi sensitif didominasi oleh intervensi higiene dan sanitasi. Intervensi ini secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan yang signifikan secara statistik pada pengurangan prevalensi stunting, terutama pada desain RCT. Sebaliknya, intervensi gizi sensitif terhadap seperti kesehatan lingkungan, ketahanan pangan, dan perlindungan sosial lebih sering dikaitkan dengan efek yang tidak signifikan atau tidak langsung pada hasil pertumbuhan linier.
Kesimpulan: Intervensi gizi spesifik perbaikan dalam pertumbuhan linier, sementara intervensi gizi sensitif berperan sebagai sebagai faktor penggerak yang menciptakan lingkungan yang memungkinkan intervensi gizi spesifik menjadi efektif dan dampaknya berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan stunting nasional harus memprioritaskan intervensi spesifik tanda mengabaikan penguatan lingkungan soaial sebagai penggerak utama.