POLA ASUH DAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING TODDLER PADA FASE FALIK
DOI:
https://doi.org/10.5281/2ms2fh61Keywords:
Pola Asuh, Toilet Training, Toddler, Fase FalikAbstract
Toilet training merupakan tugas perkembangan penting di masa toddler. Menurut teori perkembangan psikoseksual, mereka berada pada fase falik. Kegagalan toilet training menyebabkan gangguan bladder dan bowel pada anak, seperti inkontinensia urin dan enuresis. Keberhasilan toilet training dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel terdiri dari 91 toddler yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi anak yang diasuh oleh ayah dan ibu, berusia 1-3 tahun, mampu jongkok dan duduk mandiri. Kriteria ekslusi nya adalah anak dengan global developmental delay. Instrumen penelitian berupa kuesioner Parenting Styles and Dimensions Questionnaire Short Version (PSDQ) dan kuesioner keberhasilan toilet training. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,001 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,596. Pola asuh orang tua berhubungan dengan keberhasilan toilet training pada anak usia toddler. Pola asuh yang lebih baik, berbanding lurus terhadap peningkatan keberhasilan toilet training. Pola asuh yang suportif dan konsisten mendukung pencapaian tugas perkembangan anak usia toddler pada fase falik.