ANALISIS PENYEBAB KEMATIAN IBU DI KABUPATEN ACEH UTARA
DOI:
https://doi.org/10.5281/e1ayf224Keywords:
Kematian Ibu, Komplikasi KehamilanAbstract
Angka kematian ibu merupakan indikator penting kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas dengan penyebab global perdarahan pasca persalinan, eklampsia, infeksi, dan gangguan plasenta. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab kematian ibu di Kabupaten Aceh Utara tahun 2025, dengan desain deskriptif yang melibatkan 12 kasus kematian ibu di Kabupaten Aceh Utara, Data yang dianalisis yaitu usia, paritas, status pendidikan, status kehamilan, diagnosis medis, tempat kematian, fase kematian, dan tenaga kesehatan yang merujuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 kasus (66,7%) disebabkan oleh perdarahan postpartum, 2 kasus (16,7%) oleh gangguan plasenta, 1 kasus (8,3%) oleh eklampsia, dan 1 kasus (8,3%) oleh infeksi neonatal. Mayoritas ibu (66,7%) berusia antara 30-42 tahun, dengan sebagian besar meninggal selama periode pascapersalinan. Semua kasus dirujuk oleh petugas kesehatan dan sebagian besar memerlukan perawatan segera di rumah sakit. Strategi pencegahan yang efektif harus menekankan deteksi dini risiko perdarahan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan perawatan segera di fasilitas rujukan untuk menekan angka kematian ibu.