PENGARUH AROMATERAPI MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH LOKAL SEBAGAI PENGHARUM RUANGAN NON-INHALASI LANGSUNG TERHADAP KECEMASAN IBU BERSALIN
DOI:
https://doi.org/10.5281/hcgah118Keywords:
Aroma Terapi Daun Cengkeh, Kecemasan, Ibu Bersalin, Terapi Komplementer, KebidananAbstract
Kecemasan pada ibu bersalin merupakan tantangan psikologis yang dapat mempengaruhi respons fisik, persepsi nyeri, hingga menghambat kelancaran proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aromaterapi minyak atsiri daun cengkeh lokal yang diaplikasikan sebagai pengharum ruangan (non inhalasi langsung) terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest posttest. Studi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara dengan melibatkan ibu bersalin kala I yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi diberikan melalui difusi pasif minyak atsiri daun cengkeh selama proses persalinan tanpa adanya kontak langsung maupun inhalasi terarah. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A). Data kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Secara statistic didapatkan hasil dari uji t-test 0.003 < (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aromaterapi minyak atsiri daun cengkeh efektif dalam menurunkan kecemasan ibu bersalin. Penurunan ini tidak hanya signifikan secara statistic yaitu dengan nilai , tetapi juga relevan secara klinis karena terbukti meningkatkan kenyamanan psikologis ibu selama proses persalinan. Aromaterapi minyak atsiri daun cengkeh berpotensi menjadi pilihan intervensi komplementer non-farmakologis yang aman dan praktis dalam asuhan kebidanan. Temuan ini diharapkan dapat diaplikasikan pada layanan persalinan, terutama di fasilitas kesehatan primer.