EFEKTIVITAS BENGKUNG ABDOMEN MUSCLE DIGITAL ACUPRESSURE (BAMDA) SEBAGAI TERAPI TUNGGAL DALAM PENATALAKSANAAN DIASTASIS RECTUS ABDOMINIS PADA IBU POSTPARTUM
DOI:
https://doi.org/10.5281/pfvw5z92Keywords:
Bengkung Abdomen, Diastasis Rectus Abdominis, Ibu Postpartum, Kenyamanan, Stimulasi Listrik OtotAbstract
Diastasis rectus abdominis pada ibu postpartum merupakan masalah muskuloskeletal dengan prevalensi tinggi (85%) yang berdampak pada gangguan fungsi dan ketidaknyamanan. Intervensi stimulasi listrik otot telah digunakan untuk mengatasinya, namun umumnya dikombinasikan dengan terapi lain sehingga efektivitasnya sebagai intervensi tunggal belum dapat dipastikan. Bengkung Abdomen Muscle Digital Acupressure (BAMDA) dikembangkan sebagai inovasi bengkung terintegrasi stimulasi listrik otot yang menstimulasi otot dinding abdomen secara simultan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas BAMDA dalam menurunkan jarak otot rektus abdominis dan meningkatkan kenyamanan ibu postpartum. Penelitian quasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest dan kelompok kontrol melibatkan 64 ibu postpartum hari ketiga setelah persalinan spontan. Kelompok intervensi menerima terapi BAMDA tiga kali per minggu selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol menggunakan bengkung konvensional. Jarak otot rektus abdominis diukur pada tiga titik abdomen menggunakan kaliper digital, sedangkan kenyamanan dinilai menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis dilakukan dengan uji Friedman, Mann–Whitney. Hasil menunjukkan penurunan diastasis rectus abdominis dan peningkatan kenyamanan yang bermakna pada kedua kelompok, namun perubahan lebih besar terjadi pada kelompok intervensi (p < 0,05). BAMDA efektif sebagai intervensi tunggal dalam pelayanan postpartum berbasis bukti.