PENGARUH PROGRAM PENDAMPINGAN IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS TERHADAP KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH
DOI:
https://doi.org/10.5281/07a3ta22Keywords:
Kekurangan Energi Kronis, Berat Badan Lahir Rendah, Asuhan PrenatalAbstract
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal di Indonesia. Determinan utama BBLR adalah Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil, kehamilan KEK berisiko 4 kali melahirkan bayi BBLR. Program pendampingan ibu hamil KEK merupakan intervensi komprehensif selama masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggaruh pendampingan Ibu Hamil KEK dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen one-group pre-post tes desaign. Populasi adalah ibu Hamil KEK di 10 Puskesmas wilayah kerja Kabupaten Jombang bulan Mei 2025 sejumlah 100 ibu hamil. Sampel menggunakan tehnik Consecutive sampling, besar sampel 87 ibu. Pendampingan selama enam (6) bulan, mulai masa kehamilan sampai dengan nifas. Selama pendampingan ibu Hamil mendapatkan pemeriksaan, penyuluhan gizi, pemberian Multiple Micronutrient Supplement (MMS), Komunikasi Antar Pribadi (KAP) serta adanya dukungan dari Tim Penggerak PKK. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon Signed Rank menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan 42 ibu status gizi Normal melahirkan bayi Berat normal 83,3% dan BBLR 17,7%. Ibu KEK 45, melahirkan bayi Berat normal 75,5% dan BBLR 24,4%. Perlu pendampingan ibu hamil KEK dalam Upaya menurunkan angka kejadian BBLR, menginggat bahwa Bayi yang lahir dengan BBLR dapat meningkatkan risiko kematian neonatal dan gangguan tumbuh kembang.