ANALISIS STATISTIK TARGET DAN REALISASI PENURUNAN STUNTING TAHUN 2021-2023 DI PROVINSI SULAWESI SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16066868Keywords:
Target, realisasi, faktor, efektivitas, stuntingAbstract
Dekade terakhir, Pemerintah/ lembaga/ Kementerian terkait gencar melaksanakan kebijakan, program serta target penurunan stunting seminimal mungkin hingga 14% Tahun 2024 melalui strategi dua kerangka besar metode intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif yang direkomendasikan WHO. Namun fenomenanya pada berbagai daerah khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, angka prevalensi stunting hingga Tahun 2023 masih tergolong tinggi. menganalisis statistic target dan realisasi capaian prevalensi stunting Tahun 2021, serta target dan capaian penurunan stunting Tahun 2022 dan 2023. Urgensi: memberikan deskripsi efektivitas strategi intervensi stunting Tipe penelitian deskriptif. Desain: analitik, komparatif dan evaluatif. Lokasi Provinsi Sulawesi Selatan (21 Kabupaten dan 3 kota). Teknik pengambilan sampel saturated sampling. Fokus: data statistic EPPGBM-Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021-2023. Teknik pengumpulan data: studi dokumentasi. Analisis data kualitatif. Pertama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan target penurunan stunting menjadi 23,4% Tahun 2022 namun realisasinya 27,2%, atau hanya menurun 0,2% dari Tahun 2021 yakni 27,4%. Kedua, masing-masing Pemerintah Kabupaten/ Kota menetapkan target penurunan stunting berbeda-beda (15,97%-32,46%). Realisasinya, hanya 4 (atau 16,7%) kabupaten/ kota mencapai penurunan stunting dibawah target, sedangkan 20 (83,3%) lainnya tidak sesuai target. Karena itu Pemerintah Provinsi sulit mencapai target penurunan 19,52% Tahun 2023 dan 15,64% Tahun 2024. Pelaksanaan metode intervensi stunting yang masih dominan berdasarkan pada faktor gizi dan kesehatan tidak efektif dalam mencapai target. Karena itu, pelaksanaan metode intervensi sangat penting mempertimbangkan faktor-faktor lainnya seperti faktor sosial budaya, sistem pangan, lingkungan, pola perilaku hidup (PHBS), pola asuhan keperawatan kesehatan, dan lainnya.