INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PELAYANAN KEBIDANAN UNTUK PENGUATAN PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
DOI:
https://doi.org/10.5281/r68frb67Keywords:
Kebidanan, kesehatan ibu dan anak,, kearifan lokal, , pelayanan kebidanan,, pendekatan promotif dan preventifAbstract
Peningkatan kesehatan ibu dan anak (KIA) masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, terutama pada komunitas yang memiliki keterikatan kuat terhadap nilai dan praktik budaya. Ketidaksesuaian antara pelayanan kebidanan berbasis medis dan kepercayaan tradisional kerap memengaruhi perilaku pencarian layanan kesehatan oleh ibu dan keluarga. Dalam konteks ini, pendekatan yang mengakomodasi kearifan lokal dipandang penting karena mampu menjembatani kebutuhan kesehatan dengan realitas sosial budaya masyarakat.
Kajian ini bertujuan menelaah bagaimana integrasi kearifan lokal dalam pelayanan kebidanan berkontribusi terhadap penguatan upaya promotif, preventif, serta dukungan sosial dalam program KIA. Penulisan artikel menggunakan pendekatan general review (narrative review) dengan metode deskriptif kualitatif melalui penelusuran literatur ilmiah dan telaah konseptual mengenai praktik budaya pada masa kehamilan, persalinan, nifas, dan perawatan bayi baru lahir.
Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan kearifan lokal yang selaras dengan prinsip kesehatan berkaitan dengan peningkatan kunjungan antenatal, pemilihan persalinan di fasilitas kesehatan, kepatuhan terhadap imunisasi, serta praktik perawatan neonatal yang lebih baik. Selain memperkuat peran keluarga, pendekatan ini juga memudahkan bidan dalam menyampaikan edukasi kesehatan serta menyesuaikan praktik tradisional yang berisiko melalui komunikasi yang sensitif budaya. Secara keseluruhan, integrasi ini mendukung peningkatan efektivitas program KIA berbasis komunitas.