POTENSI EKSTRAK BUNGA MAWAR (Rosa hybrida) SEBAGAI ALTERNATIF ZAT WARNA PADA SAMPEL SWAB SALIVA MUCOUS METODE DIFFQUICK

Authors

  • Asri Jumadewi Poltekkes Kemenkes Aceh Author
  • Munazirah Poltekkes Kemenkes Aceh Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/22w2gt36

Keywords:

Ekstrak bunga Mawar (Rosa hybrida) , Sampel swab , Saliva mucous, Diff-quick

Abstract

Saliva merupakan cairan komplek rongga mulut, tersusun hampir 95% air, yaitu saliva mucous (kental) dan saliva serous (cair). Saliva disekresikan oleh kelenjar eksokrin dan dapat menjadi biomarker instrumen diagnosis dini beberapa penyakit mulut atau sistemis. Diff-quick merupakan teknik cepat turunan pewarnaan Romanowsky, dengan komposisi zat warna eosin dan methylen blue. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak bunga Mawar (Rosa hybrida) sebagai alternatif zat warna eosin pada sampel swab saliva mucous, dengan indikator kejelasan mikroskopis sitoplasma dan intisel. Penelitian dilakukan di laboratorium Sitologi jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Aceh, pada bulan April 2025. Sampel swab sebanyak 40 slide diperoleh dari 10 partisipan secara purposive sampling. Metode quasi eksperimen dengan post-test control group design dan diuji dengan uji Kruskal Wallis. Perlakuan kelompok adalah ekstrak bunga mawar 20%, 10%, 5% dan 0% (tanpa ekstrak/kontrol). Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan p-value<0.05, artinya ada perbedaan secara signifikan pada perlakuan ekstrak bunga mawar dalam memulas sampel swab saliva mucous pada pemeriksaan mikroskopis. Hal ini menyimpulkan bahwa bunga Mawar berpotensi menjadi alternatif zat warna eosin berdasarkan kualitas mikroskopis dari kekontrasan sitoplasma dan intisel, yang disebabkan karena adanya unsur flavonoid dan antosianin pada bunga Mawar sehingga dapat memulas sitoplasma dan membedakannya dengan intisel.

Downloads

Published

2026-03-10

Issue

Section

Articles