FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS TABLET KUNYAH EKSTRAK KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) SEBAGAI INOVASI SEDIAAN PERAWATAN GIGI
DOI:
https://doi.org/10.5281/vyt2b617Keywords:
Karies gigi, Tablet kunyah, Kulit kayu manis, Antibakteri, Streptococcus mutansAbstract
Karies gigi merupakan salah satu gangguan kesehatan di rongga mulut yang ditandai dengan kerusakan pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh adanya aktivitas bakteri penghasil asam, terutama Streptococcus mutans. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab karies adalah melalui pemanfaatan tumbuhan bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri. Kulit kayu manis diketahui mengandung beragam metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan terpenoid yang dikatakan memiliki kemampuan sebagai agen antimikroba. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sediaan tablet kunyah berbahan dasar ekstrak etanol kulit kayu manis serta menilai karakteristik mutu fisik, kestabilan penyimpanan, dan aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan eksperimental laboratorium dengan formulasi tablet kunyah pada tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 6%, 10%, dan 14%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi standar mutu fisik tablet dan tetap stabil selama periode penyimpanan 28 hari. Pengujian aktivitas antibakteri memperlihatkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan diameter zona hambat. Formula 6%, 10%, dan 14% masing-masing menghasilkan zona hambat sebesar 8,08 mm, 10,04 mm, dan 13,31 mm, sedangkan kontrol positif menunjukkan daya hambat sebesar 17,77 mm. Berdasarkan hasil tersebut, formula dengan konsentrasi ekstrak 14% menunjukkan performa paling optimal, memiliki kestabilan yang baik, serta menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat dibandingkan formula lainnya.