PENGARUH AIR REBUSAN JAHE TERHADAP FREKUENSI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN JENDALIT GINTING, LENTENG AGUNG TAHUN 2023
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16066974Keywords:
air rebusan jahe, emesis gravidarum, kehamilanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan jahe terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Praktik Mandiri Bidan Jendalit Ginting pada tahun 2023. Pendahuluan penelitian membahas kejadian emesis gravidarum yang dialami ibu hamil trimester I. Metode penelitian melibatkan kelompok quasi-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest yang dilakukan dengan memberikan air rebusan jahe pada ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebanyak 50 responden mengalami emesis gravidarum dengan karakteristik responden terbesar berusia 20-35 tahun (91,7%) dan berpendidikan rendah (56,2%). Terdapat pengaruh terhadap pengurangan frekuensi emesis gravidarum setelah diberikan intervensi berupa pemberian air rebusan jahe pada ibu hamil trimester I sebanyak 300 ml per hari selama 4 hari. (p-value=0,05). Diskusi mencakup pengaruh dari pemberian air rebusan jahe pada ibu hamil trimester I yaitu dapat mengurangi frekuensi emesis gravidarum. Penelitian ini memberikan informasi baru kepada ibu hamil yaitu salah satu upaya untuk mengurangi frekuensi emesis gravidarum dapat dilakukan dengan mengonsumsi air rebusan jahe.