DAMPAK PROGRAM MAKAN TERHADAP STATUS GIZI ANAK
DOI:
https://doi.org/10.5281/h0p18c34Keywords:
Kekurangan gizi, Pemerintah, Program makan, Sekolah, Status giziAbstract
Kekurangan gizi pada anak masih menjadi tantangan utama terhadap kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, prevalensi stunting menunjukkan angka yang cukup tinggi sebesar 19,8% dan belum mencapai target. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak program pemberian makanan di sekolah yang dikelola pemerintah terhadap status gizi anak. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review. Database pencarian literatur : PubMed, Google Scholar, Medline, dan Web of Science . Kata kunci berdasarkan PICO : Population (children dan adolescents in primary/secondary school), Intervention (school feeding program), dan Outcome (nutritional status). Hasil analisis didapatkan 9 artikel yang memenuhi syarat inklusi dengan lokasi studi di Ethiopia, Ghana, Kenya, Nigeria, dan Afrika. Studi menunjukkan dampak positif terhadap hasil gizi, meliputi : wasting ( n=5), stunting ( n=5), underweight ( n=1), konsentrasi hemoglobin ( n =3) dan keragaman diet ( n =2). Namun, status gizi juga dipengaruhi faktor sosial ekonomi, karakteristik rumah tangga, dana kualitas makanan yang diberikan. Dengan demikian, program makan berpotensi menjadi strategi dalam mendukung upaya penanggulangan masalah gizi anak khususnya di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Namun, memerlukan penguatan dalam implementasinya dan didukung evaluasi, serta penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas jangka panjangnya.