FENOMENA PERNIKAHAN DINI: STUDI KORELASI SIKAP REMAJA DI KABUPATEN SLEMAN

Authors

  • Agnes Erida Wijayanti STIKES Wira Husada Yogyakarta Author
  • Novika Ramadani STIKES Wira Husada Yogyakarta Author
  • Istichomah STIKES Wira Husada Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/axdr2x51

Keywords:

Remaja, Sikap, Pernikahan Usia Dini

Abstract

Angka pernikahan usia dini di Indonesia masih dipengaruhi secara signifikan oleh persepsi dan sikap remaja terhadap pendidikan serta kesehatan reproduksi. Di Tengah dinamika tersebut, sikap remaja muncul sebagai determinan krusial yang dibentuk oleh level Pendidikan, akses pengetahuan, serta konteks sosial lingkungan. Mengingat implikasinya yang luas terhadap kesehatan reproduksi, diperlukan strategi intervensi yang komprehensif seperti edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat untuk merekonstruksi sikap remaja kearah yang lebih positif. Tujuan: Mengkaji kaitan antara sikap remaja dengan fenomena pernikahan dini, dengan fokus pada eksplorasi norma lokal yang melatarbelakanginya. Metode: Studi ini merupakan penelitian kuantitatif, pendekatan cross sectional. Sebanyak 15 pasang suami istri pernikahan usia dini (30 orang) di wilayah Cangkringan, Pakem, Ngemplak dan Kalasan dipilih sebagai partisipan melalui Teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sikap, dianalisis menggunakan Spearman Rank. Hasil: Menunjukkan hubungan signifikan antara sikap remaja dengan kejadian pernikahan usia dini (p =0,31). Temuan ini mengkonfirmasi adanya korelasi negatif; rendahnya sikap remaja terhadap pendewasaan usia perkawinan berbanding lurus dengan peningkatan risiko pernikahan dini. Kesimpulan: Rendahnya sikap positif terhadap kesehatan reproduksi menjadi determinan krusial dalam tingginya angka pernikahan di bawah umur. Implikasi: Penelitian ini memberikan orisinalitas melalui pemetaan korelasi sikap pernikahan dini di wilayah rural urban Sleman yang jarang dikaji. Kebaruan terletak pada integrasi temuan statistik dengan konteks norma lokal sebagai determinan sosial budaya yang membentuk persepsi remaja. Hasilnya menjadi basis empiris bagi perancangan intervensi kesehatan reproduksi yang berakar pada transformasi sikap, bukan sekedar teknis procedural.

Downloads

Published

2026-03-10

Issue

Section

Articles