FAKTOR RISIKO PERDARAHAN PADA PERIODE POSTPARTUM: SCOPING REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15951482Keywords:
Postpartum Hemorrhage (PPH), Risk , Factor, Maternal , BleedingAbstract
Perdarahan postpartum (PPH) masih menjadi perhatian utama dalam kesehatan ibu melahirkan. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada periode postpartum. Mengenali faktor risiko secara dini merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan PPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berkontribusi terhadap perdarahan postpartum. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan pencarian literatur melalui database Scopus, EBSCO, dan Biomed Journal (BMJ). Pencarian dilakukan menggunakan kata kunci postpartum, bleeding, hemorrhage, risk, dan factor, serta menggunakan operator Boolean "AND" dan "OR". Kriteria inklusi meliputi artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, full text, dan berbahasa Inggris. Dari hasil pencarian, diperoleh sembilan artikel yang memenuhi kriteria. Artikel yang dianalisis mencakup studi pada persalinan pervaginam dan sesar. Hasil ekstraksi data menunjukkan beberapa faktor risiko yang berkaitan dengan PPH, antara lain. Hasil ekstraksi menunjukkan terdapat beberapa faktor resiko yg berkaitan dengan perdarahan postpartum antara lain: Terpapar nikotin, IMT (Indeks massa tubuh) rendah, paritas multipara, Hb, trombosit dan leukosit rendah, DD dimer tinggi, plasenta previa, malformasi plasenta, atonia uteri, durasi persalinan kala 2 dan 3 yang memanjang, serta induksi persalinan dengan oksitosin. Kesimpulan: pencegahan PPH dapat dilakukan dengan mengenali faktor risiko sejak dini terutama melalui pemeriksaan darah, pemantauan IMT, evaluasi kondisi plasenta pada intranatal, serta pemantauan involusi uterus pada periode postpartum.