PENILAIAN POLA KONSUMSI MAKANAN MEMAKAI FOOD FREQUENCY QUESTIONNAIRE (FFQ) BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PENDERITA GASTRITIS DI PUSKESMAS BANYUANYAR SAMPANG
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15951793Keywords:
Gastritis , Consumption Patterns Food , Nutritional StatusAbstract
Gastritis atau sering dikenal dengan sebutan maag, merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan luka atau lecet pada mukosa lambung. Gastritis dapat disebabkan oleh pola konsumsi makanan yang tidak teratur, antara lain frekuensi makan, jenis, dan jumlahnya. Pola konsumsi makanan yang baik dapat mencegah terjadinya gastritis. Sebaliknya penyimpangan dalam kebiasaan dan konsumsi makanan yang tidak sehat dapat memicu penyakit ini. . Seseorang yang mengalami gastritis akan mengeluh mual, sakit perut, lemas, tidak nafsu makan, wajah pucat, rasa sesak dan suhu tubuh meningkat. Gejala–gejala tersebut yang menyebabkan terjadinya keinginan untuk makan menurun dan hal tersebut bisa berdampak pula pada status gizi seseorang. Di Indonesia, WHO mencatat angka kejadian gastritis sebesar 40,8% dengan prevalensi yang cukup tinggi di beberapa daerah, yakni 274.396 kasus dari total populasi 238.452.952 jiwa.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pola konsumsi makanan dengan status gizi penderita gastritis di Puskesmas Banyunyar sampang . Penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan populasi penderita gastritis sebanyak 120 orang dan sampel sebanyak 30 orang yang menggunakan teknik cocecutive sampling.. Pengumpulan data dilakukan bulan maret tahun 2024 menggunakan instrumen kuesioner food frequency questionnaire (FFQ) yaitu, daftar periksa terbatas makanan dan minuman dengan bagian respons frekuensi bagi subjek untuk melaporkan seberapa sering setiap item dikonsumsi selama periode waktu tertentu, model kuesioner ini sangat akurat dalam memperkirakan 'pola makan biasa' karena periode mengingat yang lebih lama dari pada ingatan pola makan 24 jam atau catatan makanan yang ditimbang 24 jam. Pengolahan data menggunakan analisis data uji statistik Rank Spearman untuk menganalisa hubungan antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (67 %) penderita gastritis mempunyai pola konsumsi makanan kategori kurang dan cukup,yang linier dengan data status gizi responden kategori kurus dan sangat kurus sebanyak 57 %, Fenomena ini diperkuat hasil uji analisa statistik secara bivariat uji Rank spearman menunjujkkan adanya hubungan yang signifikan pola konsumsi makan dengan status gizi dengan p = 0,04 < 0,05, yang menunjukkan hubungan semakin baik pola konsumsi makanan maka semakin meningkat pula status gizi penderita gastritis di Puskesmas Banyuanyar Sampang. Diharapkan dari hasil penelitian ini ,sebagai petugas kesehatan sebaiknya memberikan solusi praktis seperti penyuluhan dalam mengatur pola konsumsi makan pada penderita gastritis.