HUBUNGAN EDUKASI PENGOBATAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN DM PADA PENDUDUK SEMUA UMUR DI INDONESIA, SKI 2023
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15952486Keywords:
Diabetes Mellitus , Indonesia , Treatment Compliance , Treatment EducationAbstract
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Kepatuhan pengobatan yang rendah menjadi tantangan utama dalam mencegah komplikasi DM. Edukasi pengobatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara edukasi pengobatan dengan kepatuhan pengobatan DM pada penduduk semua umur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SKI 2023 yang mencakup 38 provinsi yang ada di Indonesia yang dikelompokkan ke dalam tujuh regional, dengan desain penelitian cross sectional. Variabel independen yaitu edukasi pengobatan DM dan variabel dependen kepatuhan pengobatan DM. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson, setelah asumsi normalitas data terpenuhi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi Mendaptkan edukasi pengobatan DM tidak berhubungan dengan proporsi kepatuhan pengobatan (p-value 0,489). Semakin meningkat edukasi pengobatan DM maka semakin bertambah kepatuhan pengobatan DM. Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi pengobatan diabetes melitus (DM) tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan (p-value = 0,489). Meskipun edukasi berperan dalam meningkatkan pemahaman pasien, faktor lain seperti dukungan sosial, akses terhadap fasilitas kesehatan, dan kondisi ekonomi memiliki pengaruh lebih besar dalam menentukan kepatuhan pasien terhadap terapi. Selain itu, perbedaan tingkat kepatuhan antar wilayah mengindikasikan bahwa aspek budaya dan sosial juga turut berperan dalam kepatuhan pengobatan DM.