POLA PERESEPAN PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SENTOSA BARU KOTA MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15952584Keywords:
Medicine , Prescribing , Prevalence , Tuberculosis , RationaleAbstract
Pengobatan Tuberkulosis (TB) terdiri dari tahap intensif dan tahap lanjutan. Obat yang diberikan pada tahap intensif terdiri dari 4 obat yaitu RHZE (Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, dan Etambutol ) dan tahap lanjutan dua obat yaitu RH (Rifampisin, Isoniazid). Peresepan obat TB dosisnya dihitung berdasarkan berat badan. Pada tahap intensif frekuensi obat sekali sehari selama 2 bulan, dan pada tahap lanjutan frekuensi obat tiga kali dalam seminggu selama 4 bulan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola peresepan pada pasien tuberkulosis paru di puskesmas Sentosa baru kota Medan. Jenis penelitian merupakan deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan data dari status pasien tuberkulosis (Januari-September 2022). Penelitian dilakukan bulan Maret-Mei 2023 dan diperoleh sampel sebanyak 150 pasien yang sesuai kriteria inklusi (pasien didiagnosa TB dan merupakan pasien rawat jalan). Hasil dianalisa menggunakan SPSS. Hasil penelitian diperoleh prevalensi laki-laki (64,7%) dan perempuan (35,3%). Mayoritas pasien pada usia dewasa 26-55 tahun (49,33%). Berat badan pasien terbanyak berkisar 38-54kg (59,33%), 55-70kg (36,6%), lebih dari 71kg (14,6%). Pasien yang sembuh (40%), yang termasuk kedalam pengobatan lengkap (26%), pasien putus berobat (7,33%), pasien meninggal (2,66%), dan pasien tidak dievaluasi (24%). Kerasionalan peresepan pada pasien baik dari indikasi, obatnya dan frekuensi didapat hasil 100%, sedangkan tepat dosis didapatkan hasil 34%. Obat TB paru 100% diberikan dalam bentuk sediaan kombipak.