PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN NON EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BAYI USIA 7-12 BULAN DI RT 06 RW 04 SAWOJAJAR
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15952664Keywords:
Breast Milk , Exclusive , Gross Motor Development BabyAbstract
Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung nilai gizi yang ideal bagi bayi. Kebutuhan nutrisi bayi yang tidak terpenuhi dapat menimbulkan risiko penyakit kronis, terganggunya perkembangan kognitif anak, dan terhambatnya perkembangan motorik kasar bayi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan seberapa besar pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan motorik kasar bayi usia 7–12 bulan di RT 06 RW 04 Sawojajar . Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dipilih dengan teknik purposive sampling. Dalam penelitian lapangan, pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan motorik kasar dapat dilihat pada hasil observasi bayi usia 9 bulan di kunjungan ke-1, dimana bayi yang diberikan ASI eksklusif, sudah mampu melakukan 1 dari 3 tahapan perkembangan motorik kasar, yaitu dapat mempertahankan leher secara kaku. Hasil tersebut berbeda dengan bayi berusia 9 bulan yang tidak diberikan ASI eksklusif, dimana bayi belum mampu melakukan 3 tahapan perkembangan motorik kasar sesuai usianya. Hasil akhir penelitian di lapangan, didapati bahwa bayi berusia 9 bulan yang telah diberi ASI eksklusif perkembangan motorik kasarnya terjadi sesuai dengan usianya, yaitu mampu mempertahankan leher secara kaku, juga mampu duduk sendiri selama 60 detik tanpa disanggah bantal, kursi atau dinding, dan belajar berdiri dengan kedua kaki sebagai menyanggah berat badannya. Sementara bayi yang tidak diberi ASI eksklusif, perkembangan motorik kasarnya belum sesuai dengan usianya, dimana bayi tersebut hanya mampu mempertahankan leher secara kaku, tetapi belum mampu duduk sendiri selama 60 detik tanpa disanggah bantal, kursi atau dinding dan belum mampu belajar berdiri dengan kedua kaki menyanggah sebagian berat badannya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dijadikan motivasi dan sumber rujukan edukasi bagi ibu menyusui agar memberikan air susunya secara eksklusif pada bayi karena ASI eksklusif terbukti berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar bayi.