PEMBERIAN TERAPI INHALASI NEBULIZER DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN TB PARU DI RSUD GUNUNG DJATI CIREBON
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15953024Keywords:
Ineffective Airway Clearance , Nebulizer Inhalation Therapy , Phulomanary TuberculosisAbstract
Bersihan jalan napas tidak efektif ialah gangguan sistem pernapasan yang mengalami penyempitan akibat adanya sputum yang tertahan sehingga menghambat suplai oksigen yang masuk dan jalan napas menjadi tidak paten. Pemberian nebulizer pada pasien TB Paru dilaksanakan untuk mengencerkan dahak dan melonggarkan jalan napas agar pasien dapat mengeluarkan dahak saat batuk. Tujuannya yaitu menggambarkan implementasi asuhan keperawatan pasien TB Paru dalam manajemen jalan napas di ruang Prabu Siliwangi di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Cirebon. Metode penelitian ini berbentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan secara komprehensif sesuai proses keperawatan dengan fokus pada prosedur tindakan keperawatan terapi inhalasi nebulizer. Setelah dilakukan tindakan keperawatan terapi inhalasi nebulizer selama 3 hari adanya terdapat perubahan kondisi pada pasien ditandai dengan respirasi rate 20x/menit, sesak napas berkurang, batuk berkurang dan sekret dapat dikeluarkan. masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif dapat teratasi pada hari ke-3 dengan tindakan keperawatan monitor pola napas, monitor bunyi napas, monitor sputum, memposisikan semi fowler, melakukan fisioterapi dada, memberikan oksigen, kolaborasi pemberian bronkodilator ventolin 3x1. Penulis berharap penelitian ini dapat menjadi referensi dalam memberikan implementasi pada pasien bersihan jalan napas tidak efektif dengan masalah TB Paru.