DETERMINANT FACTORS THAT INFLUENCE EMOTIONAL EATING BEHAVIOR IN GENERATION Z IN THE BEKASI CITY REGION, WEST JAVA
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15953088Keywords:
Emotional Eating , Generation Z , Psikology FactorAbstract
Pendahuluan: Generasi Z lahir diikuti oleh perkembangan teknologi yang luar biasa sehingga generasi Z dikenal dengan genarasi yang cerdas, kreatif, eksploratif dan inovatif. Diantara berbagai keistimewaan generasi Z generasi ini juga terkenal dengan tingginya gangguan kesehatan mental Untuk menghadapi segala tekanan yang ada seseorang berupaya melakukan berbagai macam mekanisme koping. Salah satu bentuk koping adalah pengalihan tekana pada makanan .Perubahan perilaku makan yang di dasari oleh perubahan emosi dan tekanan psikologis disebut dengan emotional eating, dimana emotional eating merupakan suatu koping yang lakukan oleh seseorang yang jika seseorang merasa tertekan ia akan melampiaskannya pada makanan. Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh faktor psikologis yang terdiri dari faktor marah, kebosanan, keputusasaan, kecemasan, stress, dan depresi terhadap perilaku emotional eating pada generasi Z. Methode: desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah chi square dan dianalisis lebih lanjut menggunakan Multiple Regression Binary Logistic. Pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 110 responden. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner faktor psikologis (faktor amarah, kebosanan, keputusasaan, kecemasan, stress dan depresi), dan intrumen emotional eating by Garaulet yang dimodifikasi. Hasil: faktor psikologis amarah, kebosanan, kecemasan, stress, dan depresi memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku emotional eating degan p value < 0.05. Kesimpulan: diantara ke 6 faktor ditemukan bahwa faktor stress dan kebosanan yang menjadi faktor paling berpengaruh terhadap perilaku emotional eating pada generasi Z.