HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISA DAN KOMORBIDITAS DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15953672Keywords:
Chronic Kidney Disease , Comorbidity , Hemodialysis , Sleep QualityAbstract
Gagal ginjal kronik merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan memerlukan terapi hemodialisa sebagai pengobatan utama. Pasien yang menjalani hemodialisa dalam jangka panjang kerap mengalami gangguan tidur akibat akumulasi toksin uremik, ketidakseimbangan elektrolit, serta peradangan kronis. Selain itu, keberadaan komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes dapat memperburuk kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisa dan komorbiditas dengan kualitas tidur pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini menerapkan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik insidental sampling dengan total 40 sampel. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data mengenai durasi hemodialisa diperoleh dari rekam medis, sementara informasi tentang penyakit penyerta dikumpulkan melalui kuesioner demografi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara lama menjalani hemodialisa dengan kualitas tidur (p = 0,962). Namun, terdapat hubungan signifikan antara komorbiditas dan kualitas tidur (p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa komorbiditas memiliki dampak yang lebih besar terhadap kualitas tidur dibandingkan dengan lama menjalani hemodialisa. Oleh karena itu, intervensi kesehatan sebaiknya lebih difokuskan pada penanganan komorbiditas guna meningkatkan kualitas tidur serta kesejahteraan pasien hemodialisa. Studi ini juga menyoroti perlunya penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi faktor lain yang dapat memengaruhi kualitas tidur pasien hemodialisa.