PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK SKRINING RISIKO STUNTING PADA BALITA DAN EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA VIDEO ANIMASI
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15953932Keywords:
Community Empowerment , Early Detection of Stunting , Knowledge , Efforts to Prevent Stunting , Animated VideoAbstract
Anak-anak yang berisiko mengalami masalah gizi berada pada rentang usia satu hingga tiga tahun (balita) dan mereka yang berada pada usia pra-sekolah (tiga hingga lima tahun). Stunting merupakan salah satu masalah pola makan yang banyak dihadapi balita. Studi di Puskesmas Tembelang menemukan bahwa terdapat penurunan angka stunting yang signifikan dari 24,7% pada tahun 2020 menjadi 3,28% pada tahun 2024 di wilayah Puskesmas Tembelang. Empat faktor utama yang sangat mempengaruhi kejadian stunting, yaitu ASI Exclusif, riwayat penyakit, status imunisasi, dan pola asuh. Program pengabdian masyarakat pada bulan Maret 2025 bertujuan untuk Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu balita terhadap pentingnya pencegahan stunting melalui edukasi, penyuluhan, dan skrining kesehatan dengan memanfaatkan media video edukasi tentang pencegahan stunting. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif, dimana ibu balita dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan, mulai dari edukasi hingga deteksi dini stunting. Data yang diperoleh dari hasil skrining dan evaluasi diolah menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank. Survei terhadap 40 responden pada saat pre test menunjukkan bahwa 77,5% dari mereka memiliki pengetahuan kurang dan 22,5% sisanya memiliki pengetahuan cukup. Setelah dilakukan edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting. Hasil ini menegaskan korelasi antara edukasi, penyuluhan dan skrining terhadap tingkat pengetahuan ibu. Intervensi jangka panjang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku dalam pencegahan stunting. Program ini diharapkan meningkatkan kesadaran ibu balita tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, pola asuh, riwayat penyakit, pemberian ASI Exclusif serta status imunisasi guna mencegah terjadinya stunting sehingga dapat menciptakan generasi cerdas dan sehat di masa depan.