HUBUNGAN PROPORSI PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DENGAN PREVALENSI STUNTING, WASTING DAN UNDERWEIGHT PADA BALITA DI INDONESIA (ANALISIS DATA SKI 2023)
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15959630Keywords:
Growth Monitoring , Indonesia , Nutritional Status , ToddlersAbstract
Pemantauan pertumbuhan secara rutin sesuai standar menjadi langkah krusial untuk mengidentifikasi masalah gizi seperti stunting, wasting dan underweight agar intervensi dapat dilakukan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara proporsi pemantauan pertumbuhan yang sesuai standar dan tidak sesuai standar dengan prevalensi stunting, wasting dan underweight pada anak balita di indonesia berdasarkan data survei kesehatan indonesia (SKI) 2023. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional di 38 provinsi Indonesia, melibatkan 586 ribu rumah tangga. Data diperoleh dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, yang mengukur status gizi balita berdasarkan Z-score. Analisis data menggunakan SPSS versi 22 dengan uji korelasi Spearman. Proporsi pemantauan pertumbuhan balita sesuai standar tertinggi di Nusa Tenggara (56,2%) dan terendah di Papua (15,4%), dengan rata-rata nasional 43,3%. Prevalensi stunting tertinggi juga terjadi di Nusa Tenggara (22,7%), sementara wasting tertinggi di Maluku (10,8%) dan underweight tertinggi di Nusa Tenggara (20,0%). Analisis statistik menunjukkan bahwa pemantauan pertumbuhan balita tidak berhubungan signifikan dengan prevalensi stunting, wasting, dan underweight (p>0,05). Pemantauan pertumbuhan balita, baik sesuai maupun tidak sesuai standar, tidak berpengaruh signifikan terhadap prevalensi stunting, wasting, atau underweight. Faktor lain seperti pola asuh, nutrisi, dan kondisi sosial-ekonomi lebih menentukan status gizi balita. Diperlukan pendekatan komprehensif untuk menangani gizi buruk.