ANALISIS TREN PREVALENSI STUNTING PADA REMAJA DI INDONESIA TAHUN 2010-2023

Authors

  • Fitri Hertipa Poltekkes Kemenkes Bengkulu Author
  • Demsa Simbolon Poltekkes Kemenkes Bengkulu Author
  • Firnawati Poltekkes Kemenkes Bengkulu Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15960017

Keywords:

Adolescents, Prevalence , Stunting , Trend Analysis

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Stunting bukan hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga pada remaja. Remaja merupakan kelompok berisiko terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren prevalensi stunting pada remaja di Indonesia dari tahun 2010 hingga 2023 serta mengidentifikasi perubahan pola dan wilayah dengan prevalensi tinggi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan data sekunder dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dalam rentang 2010 hingga 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi remaja yang tercatat dalam dataset tersebut, dengan pengukuran tinggi badan menggunakan alat ukur standar dan kategori stunting berdasarkan indeks Z-score TB/U. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan perangkat lunak SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada remaja mengalami penurunan setiap tahunnya. Pada tahun 2010, prevalensi stunting pada remaja usia 5-12 tahun sebesar 23% dan menurun menjadi 16% pada 2023. Untuk kelompok usia 13-15 tahun, angka stunting turun dari 23,4% pada 2010 menjadi 19,5% pada 2023. Sedangkan pada remaja usia 16-18 tahun, prevalensi menurun dari 27,1% pada 2010 menjadi 22,1% pada 2023. Beberapa wilayah dengan angka stunting tinggi pada tahun 2023 adalah Nusa Tenggara Timur, Aceh, dan Papua Pegunungan. Meskipun tren prevalensi stunting pada remaja mengalami penurunan, angka ini masih di atas standar WHO (<20%). Oleh karena itu, diperlukan strategi pencegahan yang lebih efektif, terutama pada kelompok remaja putri yang berperan sebagai calon ibu di masa depan. Peningkatan intervensi gizi, akses layanan kesehatan, serta edukasi gizi menjadi langkah penting dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-03-21

Issue

Section

Articles