BARRIERS AND EFFORTS TO IMPROVE COMMUNICATION IN INTERPROFESSIONAL EDUCATION / INTERPROFESSIONAL COLLABORATION PRACTICE A LITERATURE REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15960577Keywords:
Communication, Communication in IPE/IPCP , Health Students , IPE , IPCPAbstract
Latar Belakang: Interprofessional education (IPE)/ interprofessional collaboration practice (IPCP) merupakan hal penting untuk mengoptimalkan layanan kesehatan yang efektif dan meningkatkan keselamatan pasien. Hal tersebut mendukung kerja tim yang efektif, komunikasi yang buruk dalam tim perawatan kesehatan interprofessional dikaitkan dengan keterlambatan perawatan kesehatan, yang dapat membahayakan pasien. Oleh karena itu, diperlukan keterampilan komunikasi interprofesional untuk mempersiapkan tenaga kesehatan agar dapat bekerja sama Tujuan: Mengetahui tentang hambatan dan upaya peningkatan komunikasi dalam IPE/IPCP. Metode: Pencarian literatur yang relevan dengan menggunakan database Ebsco, Sciencedirect, Google Scholar, Wiley dan Pubmed dengan menggunakan kata kunci “health student”, “communication” dan “IPE/IPCP”. Hasil: Ada enam artikel yang peneliti peroleh, menunjukkan pentingnya komunikasi interprofessional dalam melaksanakan IPE/IPCP. Hambatan umum dalam komunikasi, antara lain: inkonsistensi dalam keanggotaan tim, berbagai gaya komunikasi, gangguan, kelelahan, kurang percaya diri, dan salah tafsir isyarat. Peningkatan komunikasi interprofessional kesehatan dapat menggunakan pelatihan role-play, TRI-O (Three Open) yaitu terbuka untuk kolaborasi, terbuka untuk informasi, terbuka untuk diskusi", dan menggunakan pola SBAR-R. Kesimpulan: Kolaborasi interprofessional kesehatan dapat berjalan dengan baik melalui komunikasi efektif. Komunikasi yang buruk dalam tim tenaga kesehatan menyebabkan peningkatan insiden ketidakselamatan pasien. Pendekatan desain yang dapat digunakan untuk mewujudkan komunikasi efektif tersebut dapat menggunakan pelatihan role-play, TRI-O, dan menggunakan pola SBAR-R.