PRESTASI KADER SURABAYA HEBAT DALAM CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS WANITA USIA SUBUR
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15960955Keywords:
Cervical Cancer , Early Detection, Strengthening the Role of CadresAbstract
Langkah penting dalam pencegahan pengobatan kanker serviks dapat dilakukan melalui deteksi dini. Kader sebagai pelaksana program kesehatan di masyarakat, berperan penting dalam mendukung kesadaran akan perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Theory of Planned Behaviour (TPB) dalam menjaga perilaku seksual, kebersihan organ reproduksi, dan gaya hidup sehat pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Polpulasi berjumlah 355 wanita usia subur, dengan sampel menggunakan rumus Formula Rule of Thumb (ROT. Parameter sejumlah 22, hasil ROT 22 (5 – 10) = 110 - 220. Untuk representasi populasi, sampel minimum menggunakan Rumus Slovin dengan hasil 188, sehingga besar sampel diperoleh dari hasil perhitungan dari rumus Slovin dan rumus ROT yaitu antara 188 sampai dengan 220. Selanjutnya ditentukan jumlah sampel pada penelitian ini 200. Tahapan penelitian meliputi mengukur variabel pengaruh TPB pada penguatan peran kader dalam menjaga perilaku seksual, kebersihan organ reproduksi, gaya hidup sehat pada wanita usia subur. Tempat penelitian di wilayah kerja Puskesmas Kota Surabaya, waktu penelitian pada tahun 2024. Variabel independen TPB, variabel dependen terdiri dari menjaga perilaku seksual, menjaga kebersihan organ reproduksi dan menjaga gaya hidup sehat. Hasil penelitian didapatkan Pengaruh TPB pada kemampuan penguatan kader dalam deteksi dini untuk mempertahankan perilaku seksual adalah 98, 90% dengan kategori tinggi. Kemampuan penguatan kader dalam deteksi dini untuk menjaga kebersihan organ reproduksi 96,70% dengan kategori tinggi. Kemampuan penguatan kader dalam deteksi dini untuk mempertahankan gaya hidup sehat 97,80% dengan kategori tinggi. Hasil ini menjadi tolok ukur bahwa penggunaan Teori TPB, telah mampu mempengaruhi perilaku positif di kalangan wanita usia subur, yang secara langsung berkontribusi pada penurunan kejadian kanker serviks. Hasil ini juga menandakan Kader Surabaya Hebat terbukti memiliki peran strategis dalam meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks di Surabaya. Dengan perbaikan dan adaptasi yang tepat, program ini berpotensi untuk lebih menurunkan angka kematian akibat kanker serviks di Surabaya dan dapat dijadikan model bagi daerah lain di Indonesia.