PENGARUH DEMONSTRASI LEMPOT SASAK TERHADAP KETERAMPILAN MELAKUKAN PERAWATAN METODE KANGGURU (PMK) PADA CALON ORANG TUA

Authors

  • Baiq Eka Putri Saudia Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram Author
  • Fachrudi Hanafi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram Author
  • Baiq Endang Kurnia Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15961886

Keywords:

Kangaroo Method Care (KMC) , Skills , Prospective Parents

Abstract

Tren Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia sudah mengalami penurunan namun masih memerlukan upaya percepatan dan upaya untuk mempertahankan agar target 16/1000 kelahiran hidup dapat tercapai di akhir tahun 2024. Berdasarkan profil kesehatan Provinsi NTB, angka kematian bayi pada tahun 2022 lebih rendah dibandingakan tahun 2021. Penyebab kematian neonatal terbesar di Provinsi NTB pada tahun 2022 yaitu BBLR. Satu-satunya metode perawatan BBLR yang paling efektif adalah Perawatan Metode Kanguru (PMK). PMK merupakan salah satu metode perawatan noninvansif yang memberikan keuntungan bagi bayi BBLR. PMK dapat menggunakan lempot sasak atau kain sasak yang merupakan kain yang di miliki masyarakat di Provinsi NTB yang nantinya dapat di manfaatkan untuk melakukan PMK dan tidak membutuhkan biaya. Oleh karena itu pentingnya di ajarkan kepada calon orang tua bagaimana melakukan PMK.. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh demonstrasi lempot sasak terhadap  keterampilan PMK pada calon orang tua. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre experimental design. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil risti dengan jumlah sampel 30. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa uji wilcoxon test. Hasil penelitian diperoleh ρ value 0,000<ɑ =0,05 yang menunjukkan terdapat pengaruh demonstrasi lempot sasak terhadap keterampilan melakukan PMK pada calon orang tua.

Downloads

Published

2025-03-20

Issue

Section

Articles