PENERAPAN MODEL FLORAMORA CARING UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU CARING PERAWAT DAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15962290Keywords:
Floramora Caring Model , Patient SatisfactionAbstract
Pelayanan keperawatan yang berkualitas merupakan faktor utama dalam meningkatkan kepuasan pasien. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan masih tergolong rendah, yang diduga berkaitan dengan kurangnya integrasi perilaku caring perawat dengan nilai budaya lokal. Model Floramora Caring dikembangkan sebagai pendekatan berbasis budaya untuk meningkatkan perilaku caring perawat dan kepuasan pasien. Model ini menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai budaya lokal dalam pelayanan keperawatan, yang mencakup: (1) Budaya komunikasi 3M: Menyapa, Menghargai, dan Menghormati pasien (Hase, Hakneter, Haktaek); (2) Budaya 4N: Nalar, Napzu, Naluri, dan Nurani (Nawas, Nopil, Nezel, Nimil) yang menekankan kerja dengan akal, hati, dan nurani; (3) Budaya kasih (Manuwarani ole atamu, manuwarani ini ata dem), yaitu memperlakukan pasien sebagaimana perawat ingin diperlakukan; (4) Budaya spiritual (Halon No Viar Ba Maromak), yang membangkitkan kekuatan dan harapan pasien terhadap campur tangan ilahi dalam proses penyembuhan melalui doa dan pelayanan spiritual sesuai agama dan kepercayaan pasien; serta (5) Budaya pemberdayaan dan kolaborasi (Su’u papa suru, sa’a papa laka), yang melibatkan pasien, keluarga, tenaga kesehatan, dan pihak terkait dalam perawatan pasien. Penerapan Model Floramora Caring terbukti berkontribusi positif dalam meningkatkan perilaku caring perawat dan kepuasan pasien. Oleh karena itu, model ini perlu disosialisasikan dan diterapkan secara luas di rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta.