DAMPAK REKAM MEDIS ELEKTRONIK TERHADAP PRAKTIK KLINIS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEDIS
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15962939Keywords:
Electronic Medical Records (EMR) , Clinical Efficiency , Medical Decision-Making , Healthcare Technology , Patient Data ManagementAbstract
Rekam Medis Elektronik (RME) adalah sistem digital yang mengelola informasi pasien secara efisien dan terintegrasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis mengenai dampak RME terhadap praktik klinis dan pengambilan keputusan medis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung. Wawancara dilakukan terhadap 20 responden yang terdiri dari berbagai profesi, termasuk dokter, psikolog, perawat, administrator, dan apoteker di Klinik X Kota Bandung dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME secara signifikan meningkatkan praktik klinis dengan menyederhanakan dokumentasi dan meningkatkan aksesibilitas informasi. Sekitar 75% responden melaporkan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan data pasien, sementara 50% mengakui adanya peningkatan kecepatan dan akurasi dalam pengambilan keputusan medis. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan, perbaikan infrastruktur, dan dukungan manajerial yang kuat untuk mengoptimalkan adopsi RME. Implementasi RME yang efektif dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan mengurangi beban administratif dan meminimalkan kesalahan medis. Namun, tanpa pelatihan yang memadai dan integrasi sistem yang baik, potensi penuh RME tidak dapat direalisasikan secara optimal, yang dapat berdampak pada hasil perawatan pasien. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian mengenai adopsi RME di fasilitas kesehatan Indonesia, khususnya pada klinik berskala menengah. Studi ini menyoroti manfaat serta keterbatasan implementasi RME, serta memberikan wawasan mengenai praktik terbaik dan area yang perlu ditingkatkan dalam manajemen informasi klinis.