TANTANGAN RESILIENSI DAN KOPING REMAJA DALAM MERAWAT ORANG TUA YANG TERGANGGU JIWANYA
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16068154Keywords:
gangguan jiwa, orang tua, koping, resiliensi, remajaAbstract
Peliknya permasalahan remaja yang dihadapkan pada ketidakpastian perubahan suasana hati, bahkan kekerasan verbal atau fisik orang tuanya akibat terganggu jiwanya, serta stigmatisasi, dapat memengaruhi perkembangan psikologis, sosial dan kesejahteraan remaja. Kuatnya resiliensi dan sehatnya koping, akan memampukan remaja yang berada pada periode transisi untuk merawat, menghadapi beban emosional dan fisik akibat lingkungan rumah tangga tidak stabil. Namun demikian, permasalahan privasi dan sensitivitas seringkali menghambat penelitian pada populasi ini. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif resiliensi dan koping remaja dalam mengatasi tantangan ketika merawat orang tua mereka yang terganggu jiwanya. Studi mixed method dengan explanatory sequential design ini mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif serta kualitatif secara berurutan agar tereksplorasi kombinasi data resiliensi dan koping remaja. Tiga puluh delapan remaja berusia 17-24 tahun telah direkrut sebagai partisipan penelitian kuantitatif melalui teknik snowball sampling dan The Resilience Scale-14 serta Brief COPE teradaptasi konteks Indonesia dijadikan alat pengumpulan data. Pengumpulan dan analisis data kualitatif mencapai saturasi setelah mewawancarai 6 remaja secara mendalam. Hasil penelitian di Indonesia selama 8 bulan tahun 2023 ini mengilustrasikan bahwa resiliensi berhubungan secara signifikan dengan koping remaja dalam merawat orang tuanya yang terganggu jiwanya, dengan p-value 0,032. Hasil analisis data kuantitatif didukung oleh 5 tema hasil analisis data kualitatif, meliputi: beban tanggung jawab sebagai anak, penderitaan kronis tak berkesudahan, penguatan diri sendiri seutuhnya, kebutuhan atas dukungan, penyesuaian diri untuk menerima takdir. Walaupun remaja terbebani akibat situasi kompleks yang fluktuatif, namun ada keterikatan emosional remaja untuk merawat orang tuanya, sehingga harus dipastikan adanya dukungan optimal agar kesejahteraan remaja tetap terpenuhi.