Efek Penyuluhan Menyikat Gigi dengan Metode Demonstrasi terhadap Penurunan Indeks Plak pada Anak Usia 12 Tahun di SDIT Cahaya Hati Kota Bukittinggi

Authors

  • Aljufri Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang Author
  • Yessi Yuzar Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang Author
  • Yustina Sriani Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15965151

Keywords:

Penyuluhan, Demonstrasi, Plak

Abstract

Plak gigi memegang peranan penting dalam terjadinya penyakit gigi dan mulut, hampir semua penyakit gigi dan mulut disebabkan oleh plak. Pengendalian plak adalah upaya untuk membuang dan mencegah penumpukkan plak pada permukaan gigi. Upaya tersebut dapat dilakukan secara mekanis maupun kimiawi. Pengendalian plak secara mekanis dapat dilakukan dengan menyikat gigi. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 untuk Sumatera Barat pada penduduk 10 tahun ke atas yang menyikat gigi setiap hari sebesar 97,3%. Menyikat gigi pagi dan sore sebesar 70,8%, dan yang menyikat gigi sesudah sarapan pagi hanya 2,5% dan sebelum tidur malam 21,6%. Berdasarkan data Riskesdas dapat diketahui bahwa perilaku masyarakat umur 10 tahun ke atas khususnya di provinsi Sumatera Barat belum baik dan benar dalam menyikat gigi. Penyuluhan merupakan salah satu cara mengubah perilaku dengan domain pengetahuan dan sikap sehingga pada akhirnya seseorang dapat melakukan tindakan perubahan dengan benar. Pemilihan metode yang tepat dalam proses penyampaian materi penyuluhan sangat membantu pencapaian usaha mengubah tingkah laku sasaran. Metode yang biasa dipakai adalah demonstrasi. Metode ini dapat digunakan untuk menyampaikan materi lebih menarik sehingga pembelajaran dapat lebih interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada efek penyuluhan menyikat gigi dengan metode demonstrasi terhadap penurunan indeks plak pada murid umur 12 tahun.

Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan menggunakan rancangan pre-test  post-test with control group, yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu. Dengan rancangan tersebut pemeriksaan kebersihan gigi (indeks plak Patient Hygiene Performance) dilakukan kepada kelompok responden sebanyak dua kali yaitu sebelum dilakukan penyuluhan dengan metode demonstrasi dan sebelum dilakukan penyuluhan dengan metode ceramah, selanjutnya setelah dilakukan penyuluhan dengan demonstrasi dan setelah dilakukan penyuluhan dengan metode ceramah. Sampel penelitian ini adalah murid umur 12 tahun di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Hati Kota Bukittinggi sebanyak 76 orang (total sampling) yang terbagi dalam 2 kelompok, yaitu  kelompok satu merupakan kelompok perlakuan yang diberikan penyuluhan metode demonstrasi dan kelompok dua adalah kelompok kontrol yang diberikan penyuluhan dengan metode ceramah. Pengukuran indeks plak Patient Hygiene Performance (PHP) dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan metode demonstrasi dan penyuluhan metode ceramah. Data dianalisis dengan uji independen t-test.

Rata-rata penurunan indeks plak PHP setelah dilakukan penyuluhan pada kelompok perlakuan sebesar 1.4, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0.4. Data tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan dengan metode demonstrasi dan penyuluhan dengan metode ceramah sama-sama berpengaruh terhadap penurunan indeks plak, namun metode demonstrasi sedikit lebih unggul. Rata-rata indeks plak PHP murid sebelum penyuluhan metode demonstrasi 3.2. Setelah penyuluhan dengan metode demonstrrasi rata-rata indeks plak PHP 1.8, dengan selisih 1.4. Selanjutnya dilakukan uji statistik menggunakan paired t-test diperoleh nilai p value = 0,000 (p value < 0,005), artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara indeks plak PHP murid sebelum dengan sesudah penyuluhan metode demonstrasi.

Penyuluhan metode demonstrasi lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan murid tentang menyikat gigi dan menurunkan indeks plak Patient Hygiene Performance (PHP). Hal ini terjadi karena murid memahami dan menerapkan cara menyikat gigi yang baik dan benar setelah mereka mendapatkan penyuluhan tentang menyikat gigi dengan metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan bentuk penyajian materi dengan cara memperlihatkan bagaimana melakukan suatu tindakan atau bagaimana melaksanakan suatu prosedur. Biasanya didahului oleh pembicaraan lisan dengan bantuan alat seperti gambar atau model. Hal ini dimaksudkan untuk memberi gambaran mengenai segala sesuatu yang akan diperagakan atau didemonstrasikan kepada murid. Metode demonstrasi akan memberi dampak positif jika diikuti dengan aktivitas praktek oleh murid Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat melakukan penyuluhan tentang menyikat gigi dengan metode demonstrasi. Disarankan kepada murid SD agar dapat menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi dengan baik dan benar sesudah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. 

Downloads

Published

2024-05-01

Issue

Section

Articles