KONSUMSI MADU HITAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU MASA NIFAS
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16007289Keywords:
Madu Hitam, Mencegah Infeksi, Luka Jahitan PerineumAbstract
Indonesia merupakan negara dengan Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi ke-3 di negara ASEAN, salah satu penyebab utamanya adalah infeksi masa nifas. Perawatan luka jahitan perineum merupakan komponen inti dalam upaya pencegahan infeksi untuk mencegah morbiditas. Hasil penelitian Farmakologi menunjukkan bahwa madu hitam memiliki aktivitas antibakteri yang lebih besar dibandingkan dengan jenis madu lainnya. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh konsumsi madu hitam terhadap penyembuhan luka jahitan perineum grade II. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi madu hitam terhadap penyembuhan luka jahitan perineum grade II pada ibu masa nifas di Klinik Mutiara Medika-Rangkasbitung. Desain penelitian eksperiment dengan Control Group Posttest-Only Design. Besar sampel 38 orang; 19 orang kelompok intervensi dan 19 orang kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data melalui observasi menggunakan lembar skala REEDA. Kriteria inklusi adalah ibu masa nifas dengan luka jahitan perineum grade II. Hasil analisis data nilai p dengan uji t adalah 0,003 (p < α), berarti terdapat perbedaan rerata skor penyembuhan luka antar kelompok di hari ke-3, dengan skor penyembuhan luka pada kelompok intervensi lebih kecil (lebih cepat sembuh) dibandingkan dengan kelompok kontrol, demikian pula pada hari ke-5 dan ke-7 terdapat perbedaan rerata skor penyembuhan luka yang signifikan antar kedua kelompok dengan nilai p=0,000 (p < α). Madu hitam memiliki efek antibakteri dan kemampuan regenerasi sel sehingga mampu mempercepat proses penyembuhan luka. Konsumsi madu hitam dapat menjadi terapi komplementer dalam membantu mempercepat proses penyembuhan luka perineum grade II. Keterbatasan penelitian ini adalah besar sampel hanya 38 orang, rekomendasi penelitian selanjutnya dengan sampel yang lebih besar.