KAPORITISASI SEDERHANA DAN PERUBAHAN MIKROBIOTA AIR SUMUR DAN FESES BALITA
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16007462Keywords:
air sumur gali, feces, mikrobiota, stuntingAbstract
Perubahan jumlah bakteri patogen mendorong inflamasi dan malabsorbsi zat gizi sehingga menyebabkan stunting Riskesdas 2018 mencatat Provinsi Bengkulu prevalensi balita stunting sebesar 29,4%. Salah satu alternatif yang dilakukan dengan pemberian kaporit pada sumur gali sebagai upaya penurunan jumlah mikrobiota patogen pada air dan feses balita.
Jenis penelitian adalah eksperimen dengan pendekatan quasy eksperimen pada 62 balita berusia 23-59 bulan yang menggunakan sumur gali di wilayah kerja Puskesmas Air Periukan Kabupaten Seluma. Pemberian kaporit ke dalam sumur gali sebanyak 2 keping per minggu selama 1 bulan. Tinggi badan diukur menggunakan microtoise, dihitung z-score TB/U, dikategorikan normal apabila z-score ≥ -2,00 SD dan stunting apabila z-score TB/U <- 2,00 SD. Sampel air sumur dimasukkan ke botol steril. Sampel feses sekitar 2-5 g dimasukkan ke tabung steril yang diberi kode, tidak bercampur dengan urine, air kloset maupun kotoran lainnya. Mikrobiota air sumur yang diperiksa adalah colifom dan E.coli. Microbiota feses yang diperiksa adalah bifidobacteria, Laktobacillus, dan Enterobacter di laboratorium Poltekkes Bengkulu. Data dianalisis menggunakan uji T berpasangan.
Ditemukan rata-rata Coliform air sumur sebelum pemberian kaporit 868,92 mengalami penurunan menjadi 324.37 (p-value 0.000). Rata-rata E. Coli sebelum perlakuan 32.9 103 menurun menjadi 18.2 103 (p-value 0.000). Mikrobiota feses Enterobacter, Lactobasilus, Bifidobacter menurun masing masing sebesar 1.76 106, 0.5 106 dan 1.16 106.
Mikrobiota usus berperan dalam berbagai aspek kesehatan, seperti sistem kekebalan, metabolisme, dan fungsi otak, serta menyediakan energi dan melindungi dari penyakit. Komposisi mikrobiota usus mendukung pertumbuhan/perkembangan anak. Mikrobiota air sumur dan feces mengalami penurunan setelah diberikan kaporitisasi