HUBUNGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DENGAN KONDISI JARINGAN GINGIVA SISWA SMP NEGERI 1 BATIPUH

Authors

  • Muhammad Faisal Poltekkes Kemenkes Padang Author
  • Eka Sukanti Poltekkes Kemenkes Padang Author
  • Aflinda Yenti Poltekkes Kemenkes Padang Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.16008393

Keywords:

Plak, indeks gingiva, kebersihan mulut

Abstract

Kesehatan diartikan sebagai kondisi fisik, mental, emosional, spiritual, dan sosial yang saling berhubungan sehingga dapat hidup  sehat dan produktif secara sosial dan ekonomi.  Kesehatan adalah aspek terpenting dalam kehidupan  manusia.  Kesehatan manusia secara keseluruhan juga dipengaruhi oleh kesehatan  gigi dan mulut. Mulut dan gigi memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh sehingga perlu mendapatkan perawatan.  Gangguan kesehatan pada area gigi dan mulut dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, karena dapat mempengaruhi cara bicara, mengunyah, dan kepercayaan diri. Penyakit  gigi dan mulut dapat diakibatkan oleh kurangnya kebersihan pada gigi dan mulut itu sendiri.  Penyakit yang terjadi adalah periodontitis, salah satunya adalah gingivitis yang ditandai dengan pendarahan pada gusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebersihan  mulut  dengan kondisi jaringan gingiva pada siswa SMP Negri 1 Batipuh.  

Desain penelitian adalah deskriptif analitis dengan pendekatan cross-sectional.  Jumlah sampel sebanyak 183 siswa SMP Negeri 1 Batipuh dan metode pengambilan sampel mempunyai kriteria inklusi jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan memeriksa indeks gingiva dan indeks plak serta menganalisis data secara univariat dan bivariat. Uji statistik uang digunakan adlah uji korelasi product moment Spearman  (α<0,05). 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan indeks plak dengan ketebalan 0 sedangkan ketebalan 0,1-1,0 sebanyak 24%, ketebalan 1,1-2,0 sebanyak 30,6%, indeks ketebalan plak 2,1-3,0 sebanyak 27,3%, ketebalan 3,1-4,0 sebanyak 15,9%, ketebalan 4,1-5,0 sebanyak 2,2%. Kondisi jaringan gingiva dengan jumlah skor indeks gingiva 0 sebanyak 2,2%, skor 0,1-1,0 sebanyak 69,4%, skor 1,1-2,0 sebanyak 25,7% dan skor 2,1-3,0 sebanyak 2,7%. Hasil uji statistik didapatkan  p value =0,000  dengan nilai  r =0,54. Artinya terdapat  hubungan yang signifikan antara kebersihan gigi dan mulut dengan kondisi jaringan gingiva siswa SMP Negeri 1 Batipuh  dengan kekuatan sedang dan searah.

Plak tidak dapat hilang hanya berkumur saja melainkan dapat hilang dengan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Kebiasaan siswa menyikat gigi dengan cara dan waktu yang kurang tepat, sehingga saat dilakukan pemeriksaan masih ada plak yang menempel di bagian servikal gigi. Anatomi dan bentuk posisi gigi yang tidak teratur, tidak memperhatikan makanan yang dikonsumsi, dan hanya memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ketika ada keluhan saja. Pada umur 14 tahun lebih banyak skor plak dengan ketebalan 1,1-2,0 dibandingkan umur lainnya, hal ini menunjukkan bahwa umur 14 tahun dan jenis kelamin laki-laki disebabkan karena laki-laki lebih cenderung mengabaikan kebersihan gigi dan mulut dibandingkan dengan perempuan. Hal ini didukung oleh tanya jawab peneliti dengan siswa, bahwa mereka malas menyikat gigi pada saat malam sebelum tidur, Sebagian tidak berkumur- kumur setelah makan, dan sebagian juga mempunyai kebiasaan merokok.

Downloads

Published

2024-04-29

Issue

Section

Articles