GAMBARAN PENERAPAN KONSOLIDASI DATA SISTEM INFORMASI TUBERKULOSIS (SITB) DENGAN DATA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) TERHADAP PENCATATAN PASIEN TERDUGA TUBERKULOSIS DI KLINIK SWASTA KOTA DENPASAR

Authors

  • Gede Wirabuana Putra Politeknik Kesehatan Kartini Bali Author
  • Putu Erma Pradnyani Politeknik Kesehatan Kartini Bali Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.16008772

Keywords:

Tuberkulosis, JKN, Data, Sistem Informasi

Abstract

Beban penyakit Tuberkulosis (TB) di Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia. Penemuan kasus terduga TB merupakan langkah menuju eliminasi TB pada tahun 2030. Penemuan kasus TB diperlukan sistem pencatatan dan pelaporan data yang baik melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Perluasan kerjasama dalam penanggulangan TB turut melibatkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berfungsi melakukan manajemen data yang baik untuk proses penggantian biaya layanan kesehatan. konsolidasi data diperlukan untuk meningkatkan kualitas data khususnya pada klinik swasta untuk meningkatkan ketercapaian program TB di Kota Denpasar

Penelitian ini adalah melihat Gambaran Penerapan Konsolidasi Data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) dengan Data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Terhadap Pencatatan Pasien Terduga Tuberkulosis Di Klinik Swasta Kota Denpasar

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Terdapat 20 klinik swasta yang dilakukan konsolidasi data SITB dengan data JKN dan pendapat 6 informan berkaitan dengan proses konsolidasi data SITB dengan p-care JKN . Teknik pengumpulan data menggunakan observasi data dan wawancaran mendalam dan dianalisis secara tematik.

Hasil dan proses konsolidasi data SITB dengan data JKN ditemukan bahwa 85 % klinik swasta terdapat perbedaan pencatatan kasus TB. Perbedaan meliputi perbedaan koding diagnosis dan perbedaan jumlah pencatatan kasus TB yang cenderung lebih banyak tercatat di sistem p-care JKN. Rata rata perbedaan data TB di SITB dan JKN yaitu sebesar 29,1%. Sebagian besar klinik menyatakan keadaan tersebut terjadi karena terdapat kekurangan input data pada dua sistem yang berkaitan dengan kapasitas SDM pencatatan dan Sistem informasi yang belum diintegrasikan.

Konsolidasi data SITB dengan data JKN perlu dilakukan untuk validasi data dan meningkatkan temuan kasus pasien TB. Diperlukan penerapan interoperabilitas sistem antara SITB dengan data JKN, untuk meningkatkan kualitas data program TB. Data yang berkualitas akan mendorong pemangku kepentingan dalam mengambil kebijakan yang tepat dalam penanggulangan program TB di Kota Denpasar.

Downloads

Published

2024-04-29

Issue

Section

Articles