PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI PADA MAHASISWA STIKES PERSADA HUSADA INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16009113Keywords:
Promosi Kesehatan, Pengetahuan, Kesiapsiagaan, Bencana Gempa BumiAbstract
Indonesia memiliki kondisi geografis yang beragam dan tantangan dalam hal kebencanaan. Indonesia terletak diantara dua lempeng besar sehingga memiliki potensi bencana alam seperti gempa bumi dan gunung berapi. Hampir seluruh pulau utama memiliki potensi besar terjadinya gempa, kecuali Pulau Kalimantan. Hal ini yang menjadi dasar frekuensi gempa bumi di Indonesia terbilang cukup tinggi dibanding negara lainnya. Menurut Earthquake List mengenai 10 negara dengan frekuensi gempa bumi terbanyak di dunia selama tahun 2023, dimana Indonesia berada pada posisi teratas dengan jumlah gempa mencapai 2205 kali. Menurut data dari USGS dan BMKG, pada tahun 2023 gempa terbesar yang pernah terjadi di Indonesia adalah di wilayah Maluku, Laut Jawa dan Sumatera Barat
Hal ini menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan oleh Indonesia dalam mempersiapkan kesiapsiagaan (mitigasi) masyarakat melalui budaya mitigasi bencana gempa bumi. Salah satu aspek mitigasi yang penting ialah memberikan edukasi melalui kegiatan promosi kesehatan terkait bencana alam khususnya mengenai gempa bumi. Berdasarkan pra survei yang dilakukan peneliti terhadap mahasiswa STIKes Persada Husada Indonesia berjumlah 164 mahasiswa dan belum pernah dilakukan promosi kesehatan tentang bencana gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi pada Mahasiswa tingkat 1 STIKes PHI. Diharapkan dengan adanya pengetahuan kesiapsiagaan maka mahasiswa dapat mengurangi resiko akibat bencana gempa bumi. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment dengan one group pretest – posttest design. Pengumpulan data dilakukan di STIKes PHI pada bulan Juni – Juli 2023. Populasi seluruh mahasiswa tingkat 1 STIKes PHI. Pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 44 orang. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan Uji-T dan uji chi- square. Hasil penelitian ini rata-rata pengetahuan kesiapsiagaan mahasiswa tingkat 1 STIKes PHI dalam menghadapai bencana gempa bumi sebelum diberikan penyuluhan adalah 34,02 dan rata-rata pengetahuan kesiapsiagaan mahasiswa tingkat 1 STIKes PHI dalam menghadapai bencana gempa bumi setelah diberikan penyuluhan adalah 81,55. Dari hasil penelitian ini jenis kelamin perempuan memiliki tingkat pengetahuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki dengan hasil nilai P-value sebesar 0,021 (<0,05) yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan. Hasil penilitian ini menunjukan ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan kesiapsiagaan dalam meghadapi bencana gempa bumi pada mahasiswa tingkat 1 STIKes PHI dengan nilai P-value 0,000 (<0,05). Diharapkan bagi Institusi dapat meningkatkan penyebaran informasi tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi secara langsung dengan mensosialisasikan pendidikan tentang kebencanaan gempa bumi dan meningkatkan penyuluhan secara rutin serta menggunakan cara pelatihan atau simulasi kesiapsiagaan menghadapai bencana gempa bumi. Penelitian ini masih terbatas pada metode quasi eksperimen dan dapat dilanjutkan meggunakan metode penelitian lainnya dan menggunakan responden yang lebih luas khusunya responden laki-laki agar hasil penelitian dapat lebih akurat.