MODEL PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA ANAK SEKOLAH MENENGAH
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16009179Keywords:
Kesehatan Reproduksi, Remaja, Pendidikan KesehatanAbstract
Menikah pada usia dini merupakan masalah kesehatan reproduksi. Semakin muda umur menikah semakin panjang rentang waktu untuk bereproduksi. Remaja perlu mengetahui informasi kesehatan repoduksi yang benar agar memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi memerlukan pendekatan baik teknis maupun bentuk metodenya, sehingga informasi yang diberikan dapat diterima dan dipahami oleh remaja. Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode tersebut meliputi : tujuan pendidikan, sifat materi pendidikan, peserta, fasilitator dan waktu serta pendekatan pembelajaran. Tujuan Penelitian mengetahui model yang efektif dalam pendidikan kesehatan reproduksi remaja pada anak sekolah tingkat menengah. Jenis penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan populasi seluruh siswa sekolah menengah kelas VIII di SMP N 2 Baturraden sejumlah 259 dan sampel 99 responden. Metode penelitian one group pretest-postest. Hasil penelitian menunjukkan kelompok focus group discussion (FGD) p value 0,887 (pvalue > 0,05), yang artinya nilai pengetahuan pre dan post setelah diberi FGD tidak berbeda secara signifikan. Pada kelompok game simulation p value 0,011 (pvalue < 0,05), yang artinya ada beda signifikan antara nilai pengetahuan pre dan post setelah diberi game simulation. Pada kelompok ceramah p value 0,001 (pvalue < 0,05), yang artinya ada beda signifikan antara nilai pengetahuan pre dan post setelah diberi ceramah. Saran diberikan untuk lebih diintensifkan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi pada siswa dengan menggunakan metode yang bervariasi.