PIJAT OKSITOSIN OLEH SUAMI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN KETUT MULIARI
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16009770Keywords:
Produksi ASI, pijat oksitosin, ibu post partumAbstract
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik dan sempurna untuk bayi, karena mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Cakupan ASI Eksklusif Kota Denpasar terendah di Provinsi Bali pada tahun 2020 yaitu 43,9%. Rendahnya pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh penurunan produksi ASI pada minggu pertama setelah melahirkan. Hal ini disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang berperan dalam kelancaran ASI. Pijat oksitosin dilakukan untuk merangsang produksi hormon oksitosin dan prolaktin sehingga dapat memperlancar produksi ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin oleh suami terhadap produksi ASI pada ibu Post Partum.
Desain penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pre-test dan posttest, jumlah sampel yang digunakan 30 orang ibu post partum dengan teknik purposive sampling, analisis data yang digunakan paired t test. Nilai mean produksi ASI sebelum intervensi 7,43 (tidak lancar)dan setelah intervensi 10,67 (lancar), nilai z yaitu -4,787 dan nilai p 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh pijat oksitosin oleh suami terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum.
Ada pengaruh pijat oksitosin oleh suami terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian dari Setiowati tentang hubungan pijat oksitosin dengan kelancaran produksi ASI pada ibu post partum fisiologis hari ke 2 dan ke 3, menyatakan ibu post partum setelah diberikan pijat oksitosin mempunyai produksi ASI yang lancar. Hasil penelitian ini dapat di aplikasikan pada asuhan ibu post partum untuk memperlancar produksi ASI.