KESEMEK, BUAH ‘GEULIS’ PEMERAH DARAH: STUDI ANALITIK PENGARUH EKSTRAKSI KESEMEK DAN DAUN UBI JALAR PADA PENINGKATAN KADAR HB
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16010242Keywords:
Anemia, kesemek, daun ubi jalar, ekstraksi, kadar HBAbstract
Riskesdas 2018, melaporkan 76,2% remaja telah mengonsumsi zat besi, namun hanya 1,4% yang mengonsumsi sebanyak 52 tablet sehingga perlu solusi alternatif untuk mengatasi anemia. Ekstraksi buah kesemek dan daun ubi jalar menghasilkan kadar poliferol yang tinggi (223 mg/L) dan berbagai vitamin, mineral lain yang bermanfaat untuk tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstraksi terhadap peningkatan kadar HB.
Penelitian dilakukan dengan metode quasi eksperimen dalam satu kelompok. Intervensi dengan pemberian produk ekstraksi yang telah teruji aman di Laboratorium Biofarmaka IPB dan SIG Saraswanti pada 40 siswa di SMK 6 Kuningan yang dilakukan dengan purposive sampling dengan kriteria: setuju dilibatkan dalam penelitian, tidak memiliki penyakit kronis dan tidak cacingan. Pemeriksaan kadar HB dilakukan sebelum dan sesudah intervensi selama 52 hari. Pengukuran metode 24 hour recall juga dilakukan untuk kontrol bias. Data dianalisis dengan SPSS Uji Wilcoxon
Terdapat perbedaan rata-rata HB sebelum dan sesudah konsumsi dengan pvalue < 0,001, terdapat pengaruh konsumsi produk ekstraksi terhadap peningkatan kadar HB. Polifenol dalam formula berperan mengatur metabolisme dan proliferasi sel sehingga dapat memicu peningkatan kadar Hb. Senyawa organik tersebut memperbaiki sel-sel yang rusak dan memicu perkembangbiakan sel sehingga sel darah merah, tumbuh dan berkembang biak. Formula juga mengandung Lactobacillus SP untuk menjaga kesehatan usus hingga membantu penyerapan makanan. Produk ekstraksi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi Indonesia untuk mengatasi anemia, karena bahan bakunya sangat murah dan mudah didapat.