DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KEDIRI I TABANAN
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16011192Keywords:
Determinan, Stunting, BalitaAbstract
Stunting (gagal tumbuh) merupakan permasalahan gizi kronis pada anak usia dini yang terlihat dari tinggi badan yang tidak sesuai dibandingkan usianya dan menjadi masalah besar yang berdampak pada mutu SDM (Sumber Daya Manusia) di masa yang akan datang. Di Indonesia, angka stunting terhadap anak di bawah umur 2 tahun mengalami peningkatan hingga 3,8% dari tahun 2016 sampai 2018. Dampak stunting menyebabkan pertumbuhan fisik terganggu, memperlambat perkembangan otak, serta berisiko mengalami penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang mempengaruhi kejadian stunting terhadap balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kediri I Tabanan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian melibatkan 62 responden yang mempunyai balita berumur 24 – 59 bulan dan memenuhi kriteria insklusi. Pemilihan sampel yaitu purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian, dengan menggunakan analisis Chi-square menunjukkan, faktor yang meningkatkan risiko stunting adalah pengetahuan tentang gizi balita dengan OR=4,312, (CI 1,229-15,131, p-value= 0,026) dan pola asuh dalam pemberian makanan OR= 4,737 (1,348-16,640, p-value= 0,014) sedangkan riwayat pemberian asi eksklusif tidak menunjukkan adanya pengaruh dengan kejadian stunting (p-value=0,155). Hasil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi rujukan oleh pemangku kepentingan dalam mengatasi stunting, salah satunya memberdayakan bidan maupun kader posyandu dalam memberikan penyuluhan, pemeriksaan berkala untuk mengetahui status gizi balita dan pemberian makanan tambahan, sehingga hal ini dapat berkontribusi membantu program pemerintah dalam menurunkan angka stunting.